Sistem Monitoring Ketersediaan Tempat Parkir

Tempat parkir saat ini sudah menjadi masalah besar di perkotaan karena lahan yang terbatas. Untuk itu tempat-tempat parkir di  dalam gedung (maLl, plasa, dlsb) selalu disediakan untuk menampung kendaraan pengunjung.

Tempat parkir di dalam gedung biasanya cukup luas dan terdiri dari beberapa lantai.Salah satu kesulitan dalam mencari tempat parkir di dalam gedung adalah tidak tersedianya Informasi di bagian mana tempat parkir yang masih kosong. Hal ini menyebabkan seseorang harus berputar-putar dan menduga-duga di mana tersedia tempat parkir yang kosong, sehingga sangat menghabiskan waktu. Hal yang menjengkelkan adalah setelah berputar-putar ternyata tidak menemukan tempat parkIr, yang masih kosong ternyata ada di bagian lain, sehingga orang yang datang belakangan bisa saja mendapatkan tempat parkir lebih dahulu dibanding yang datang lebih dulu.

Prinsip untuk mengatasi hal tersebut sebenarnya adalah dengan melakukan pembagian tempat parkir menjadi blok-blok dan  melakukan perhitungan kapasitas suatu blok tempat parkir, jumlah mobil yang sudah masuk dan jumlah mobil yang sudah keluar untuk setiap blok. Sebenarnya beberapa tempat sudah melakukan perhitungan jumlah mobil masuk dan keluar serta menampilkan jumlah tempat kosong tersedia, tetapi terbatas di pintu utama, sehingga tidak membantu pencarian tempat parkir yang kosong.

Secara rinci mekanisme pengaturan sistem untuk membantu menunjukkan lokasi parkir yang masih kosong adalah sebagai berikut  :

  1. Keseluruhan tempat parkir dibagi-bagi menjadi blok-blok parkir dengan kapasitas parkir tertentu (bisa per lantai atau beberapa blok untuk tiap lantai)
  2. Setiap blok harus mempunyai satu pintu masuk dan satu pintu keluar khusus
  3. Pada pintu masuk dipasang sensor penghitung jumlah mobil yang masuk, dan di pintu keluar dipasang sensor untuk menghitung jumlah mobil yang keluar
  4. Jika suatu mobil masuk ke suatu blok, maka jumlah tempat parkir tersedia di blok tersebut akan berkurang satu;  Jika suatu mobil keluar dari suatu blok, maka jumlah tempat parkir tersedia di blok tersebut akan bertambah satu
  5. Jumlah tempat parkir yang tersedia = kapasitas – jumlah mobil masuk + jumlah mobil keluar.
  6. Jumlah tempat parkir yang kosong didisplaikan di pintu masuk utama dan di pintu masuk tiap blok.
  7. Petunjuk jalan ke tiap blok harus ditampilkan dengan jelas.

Dengan metode tersebut terlihat bahwa di awal masuk, setiap mobil sudah jelas akan menuju ke blok mana ada tempat parkir tersedia. Jika di suatu blok tinggal tersisa 1 tempat,  saat suatu mobil sudah masuk ke blok tersebut, maka jumlah tempat tersedia yang didisplai akan = 0, sehingga tempat tersebut tidak akan diserobot orang, karena walaupun mobil masih mencari tempat yang kosong tersebut, karena  display sudah menunjukkan =0, maka tidak ada lagi mobil yang masuk ke blok tersebut.

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Keberhasilan Studi S3

Keberhasilan Studi S3 dipengaruhi oleh beberpa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain :

  1. Motivasi
  2. Pemilihan topic yang tepat
  3. Perencanaan yang baik
  4. Lingkungan Yang Mendukung

MOTIVASI

Motivasi untuk mengikuti dan menyelesaikan program S3 menjadi faktor penentu awal yang harus dimiliki untuk mencapai keberhasilan studi S3. Tanpa adanya motivasi internal, maka pada umumnya studi S3 tidak akan mendapatkan prioritas utama, dan ini berakibat akan banyak hala-hal lain yang akan dikerjakan selain mengikuti program S3. Dengan motivasi internal yang baik, maka program S3 akan menjadi prioritas utama dan ini diimplementasikan dengan ‘FULL TIME JOB’ daalam menjalankan program S3.

Hal pertama yang harus disadari agar mendapatkan motivasi adalah harus dapat mengukur atau menilai seberapa nilai ijazah S3 bagi diri kita sendiri. Jika ijazah S3 tersebut ‘sangat bernilai’ bagi kita, maka hal tersebut tentu saja akan bisa memberikan motivasi kepada kita untuk menjadikan program S3 menjadi prioritas utama kita.

Hal lain yang perlu disadari adalah bahwa keluaran studi S3 secara substansi adalah menjadikan kita seorang peneliti yang termotivasi dan bisa melaksanakan penelitian secara baik dan benar (professional), baik dalam menyusun proposal/ merencanakan penelitian, melaksanakan penelitian, maupun mempublikasikan hasil penelitian. Hal ini tentunya seharusnya sejalan dengan aktivitas dan keinginan kita di masa depan. Dengan menyadari hal ini, maka segala aktivitas di studi S3 yang mendukung semua itu tentu akan  kita laksanakan dengan baik karena merupakan latihan untuk dapat menjadi peneliti yang ‘profesional’.

KETEPATAN PEMILIHAN TOPIK

Topik  penelitian  untuk disertasi  yang akan diambil sangat menentukan keberhasilan program S3.  Memerlukan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan topic penelitian yang tepat. Untuk mendapatkan topic tersebut perlu mengetahui ‘state of the art’  dari suatu bidang penelitian. Hal ini dilakukan dengan  membaca banyak paper paper pada topic terkait. Untuk melakukan riset yang orisinil harus memperhatikan riset yang sedang berlangsung pada bidang tersebut

Topik thesis Yang baik : menarik untuk kita, untuk pembimbing dan untuk research community.  Dengan ketertarikan kita dan pembimbing terhadap topic yang dilakukan, maka semangat dan proses interaksi antara kita dengan pembimbing akan lebih baik untuk mencapai tujuan penelitian itu sendiri.

Topik penelitian pada dasarnya adalah untuk memecahkan masalah riil yang ada di dunia. Topik tersebut juga harus menarik untuk komunitas riset. Hal ini terkait dengan pengakuan dan interaksi selanjutnya dengan peneliti-peneliti pada bidang terkait, sehingga penelitian tersebut akan berkembang.  Hal ini juga akan mempermudah mendapatkan referensi berkaitan dengan topic tersebut.

 

PERENCANAAN YANG BAIK

Kehilangan semangat, motivasi dan arah akan mewarnai perjalanan penelitian di S3. Agar studi S3 dapat dilaksanakan dengan baik, maka konsistensi dalam pengerjaan penelitian sangat dibutuhkan. Agar proses pengerjaan dapat dijalankan dengan konsisten dan baik, diperlukan ukuran-ukuran pencapaian (milestone) yang dapat dijadikan tolok ukur sejauh mana pekerjaan sudah diselesaikan. Adanya milestone-milestone tersebut akan mengingatkan kita akan adanya batasan waktu yang harus dipenuhi.

LINGKUNGAN YANG MENDUKUNG

Pengerjaan penelitian pada studi S3 memerlukan banyak usaha dan pemikiran. Demikian banyak yang harus dipelajari sehingga seringkali akan menimbulkan kesulitan untuk dapat mengkonvergenkan berbagi Informasi yang ada menjadi sesuatu yang focus dan mendapatkan ‘novelty’ yang diinginkan. Peranan ‘lingkungan’ terutama pembimbing dan kolega maupun komunitas peneliti pada bidang tersebut sangat dibutuhkan agar penelitian yang dilakukan membuahkan hasil yang diinginkan. Peranana ‘lingkungan’ tersebut bisa berbentuk diskusi yang bisa ‘mencerahkan’, atau minimal bisa menjaga konsistensi dalam melakukan penelitian. Dengan lingkungan yang mendukung secara substansi maupun spirit,  pelaksanaan penelitian diharapkan dapat dilakukan secara baik dan konsisten tanpa terjebak ke dalam ‘keputusasaan’ maupun ‘salah arah’ sehingga dapat mencapai hasil akhir yang diinginkan.

Selain lingkungan yang disebutkan di atas, lingkungan lain yang berbentuk ‘fisik’ juga sangat menentukan keberhasilan penelitian yang dilakukan. Data-data dan  peralatan-peralatan yang memadai yang dibutuhkan juga sangat diperlukan. Untuk itu, penyesuaian topic penelitian dan resource yang tersedia juga harus diperhatikan sejak awal.

 

PERUMUSAN KEBERHASILAN S3 SECARA MATEMATIS

Keberhasilan studi S3 merupakan gabungan dari 4 faktor yang sudah disebutkan di atas. Jika kita mendefinisikan ke-4 faktor di atas sebagai variable :

A = motivasi

B = Ketepatan Pemilihan Topik à ΔB = perbedaan dari topic yang tepat

C = Perencanaan yang baik à ΔC = perbedaan dari perencanaan yang baik

D= Lingkungan yang mendukung à ΔD = perbedaan dari lingkungan yang mendukung

Maka secara matematis keberhasilan  studi S3 dinyatakan dengan waktu tempuh studi (T)  dapat dirumuskan sebagai berikut :

T = to + (-dA/dt)  + pΔB + qΔC+ rΔD

Waktu tempuh studi akan sama dengan to apabila setiap variable (A, B, C dan D) sudah sesuai dengan yang diinginkan.

Jika motivasi naik, maka waktu studi akan berkurang dan sebaliknya

Jika terdapat perbedaan dari topic yang tepat sebesar ΔB, maka waktu tempuh studi akan bertambah sebanding dengan perbedaan ketepatan topic tersebut dikalikan dengan suatu konstanta (p)..

Jika terdapat perbedaan dari perencanaan yang tepat sebesar ΔC, maka waktu tempuh studi akan bertambah sebanding dengan perbedaan perencanaan  tersebut dikalikan dengan suatu konstanta (q).

Jika terdapat perbedaan lingkungan yang mendukung  sebesar ΔD, maka waktu tempuh studi akan bertambah sebanding dengan perbedaan ketepatan topic tersebut dikalikan dengan suatu konstanta (r).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KEBERHASILAN STUDI S3

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Nilai Ijazah S3

NILAI IJAZAH S3

Sebelum mendapatkan ijazah, nilai proses pendidikan S3 sendiri merupakan suatu proses untuk berlatih dan berproses menjadi peneliti secara baik dan benar. Sehingga diharapkan ketika proses pendidikan S3 sudah selesai, bukan berarti penelitian sudah selesai, tetapi sikap dan budaya peneliti diharapkan sudah tertanam pada lulusan S3, sehingga sikap dan budaya meneliti akan dipegang dan dipelihara terus-menerus.

Berdasarkan biaya dan kurikulum pendidikan S3 yang dilakukan di ITB,  dapat diperkirakan biaya yang harus dikeluarkan selama pendidikan S3. Apabila diasumsikan jangka waktu pendidikan maksimum selama 10 semester, kebutuhan biaya untuk proses selama 10 semester tersebut dapat dilihat pada table berikut.

Tabel tersebut tidak memasukkan biaya hidup dan biaya tempat tinggal/ pemondokan. Biaya pada table tersebut tentu saja akan lebih kecil jika waktu tempuh studi lebih cepat diselesaikan.

Untuk mendapatkan nilai ijazah S3 apabila dihitung secara financial, tentu saja harus diproyeksikan pada opportunity/ kesempatan-kesempatan yang dapat dicapai apabila studi S3 dapat diselesaikan. Dengan asumsi bahwa ketika lulus S3, sikap dan semangat untuk hidup sebagai dosen dan peneliti dilakukan, dan kompetensi sebagai peneliti bisa dikembangkan, maka kesempatan-kesempatan  yang akan didapat antara lain :

  1. Kenaikan gaji karena peningkatan strata pendidikan dan kemungkinan kenaikan jabatan fungsional akademis
  2. Kesempatan mendapatkan dana-dana penelitian
  3. Kesempatan mendapatkan dana-dana pengabdian masyarakat dalam bentuk proyek
  4. Kesempatan menjadi pembicara / nara sumber
  5. Kesempatan untuk menerbitkan buku dan mendapatkan royalty

Proyeksi kesempatan-kesempatan tersebut secara financial dalam jangka waktu 15 tahun dapat dilihat pada table berikut ini.

Tetapi sebenarnya nilai-nilai secara riil di masyarakat akan lebih dari itu, termasuk kemungkinan-kemungkinan kesempatan yang lain yang akan muncul.

Nilai-nilai yang lebih penting dari nilai perhitungan financial adalah :

  1. Eksistensi dan aktualisasi diri di dalam masyarakat
  2. Kesempatan masuk dan aktif di dalam komunitas penelitian ilmu pengetahuan dan Teknologi.
  3. Kesempatan berbuat dan berkarya bagi orang lain akan lebih besar di dalam masyarakat yang berlandaskan pengetahuan dan Teknologi
  4. Kesempatan ikut berpartisipasi dalam membangun bangsa dan Negara, dan juga dunia melalui ilmu pengetahuan dan Teknologi.

Dari uraian di atas, maka nilai sebenarnya dari ijazah S3 adalah ‘jembatan’ atau ‘pembuka jalan’ untuk kesempatan dan karya-karya ilmu pengetahuan dan Teknologi selanjutnya.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment